Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang keuntungan dan kerugian dari investasi tanah, serta faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan investasi.
Keuntungan Investasi Tanah
Salah satu keuntungan utama dari memiliki tanah adalah biaya perawatan yang rendah. Tanah kosong tidak memerlukan pemeliharaan yang sulit seperti properti berupa bangunan. Investor dapat menghemat pengeluaran untuk pemeliharaan rutin, renovasi, atau perbaikan.
Investasi tanah memiliki potensi untuk memberikan capital gain yang signifikan dalam jangka panjang, terutama jika Anda bersedia menahan investasi selama lebih dari lima tahun. Umumnya, nilai tanah dapat meningkat dua kali lipat setelah melewati periode lima tahun.
Tanah yang strategis dapat memberikan nilai tambah ketika dikembangkan. Pengembangan perumahan atau pembentukan cluster kecil, bahkan pemanfaatan sebagai ruko, dapat meningkatkan nilai investasi secara substansial.
Kerugian Investasi Tanah
Salah satu kelemahan utama investasi tanah adalah ketidakmampuannya menghasilkan income langsung. Berbeda dengan properti berupa rumah atau ruko yang dapat disewakan, tanah umumnya tidak memberikan aliran pendapatan reguler kepada investor.
Jika tanah berada di lokasi kurang strategis, investor mungkin kesulitan untuk menemukan cara memanfaatkannya secara efektif. Meskipun tanah di pinggiran kota atau daerah terpencil memiliki potensi pertumbuhan nilai, namun tanah yang tidak terletak di lokasi yang strategis mungkin sulit untuk disewakan atau dikembangkan.
Lahan kosong umumnya tidak dapat menghasilkan pendapatan secara langsung. Meskipun ada opsi untuk menyewakan tanah sebagai lokasi kafe, warung tenda, atau tempat parkir, namun ini seringkali tergantung pada lokasi dan kebijakan lingkungan setempat.
Sumber: Kanal Griya – Keuntungan dan Kerugian Investasi Tanah